SEKILAS INFO

Kunjungan Pemkot Bogor Terkait Benchmarking BUMD

6

DEMAK– Bertempet di D’Taman Resto, Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Windu Sunardi, SH. MH. menerima kunjungan Benchmarking Pengelolaan BUMD Pemerintah Kota Bogor, Kamis (14/9). Acara dihadiri pula oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Suwarno M. Nur, S.Sos dan Kepala BPKPAD Suhasbukit, SH. MM.

Kabupaten Demak merupakan penyangga pangan ketiga setelah Cilacap dan Grobogan. karena area persawahan di Kabupaten Demak memperoleh aliran air dari Waduk Kedungombo. Ditambah pula bahwa sumber daya alam dan sumber daya manusia saling berkaitan, sehingga akan didorong untuk kemanfaatan bersama dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, demikian kata Windu dalam sambutannya.

Kabupaten Demak juga mempunyai beberapa BUMD diantaranya PDAM yang bergerak di bidang penyediaan air bersih, PT. Lembaga Keuangan Mikro Badan Kredit Pemerintah Daerah (PT.LKM BKPD) bergerak di bidang jasa keuangan, PD. Apotek Sari Husada bergerak dibidang jasa perdagangan obat dan alat kesehatan, PD. BPR BKK Demak kepemilikan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jateng bergerak dibidang jasa perbankan, PD.BKK Dempet kepemilikan bersama dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak dibidang jasa perbankan, PD. Aneka Wira Usaha bergerak dibidang jasa perdagangan umum, PT. Bank Jateng kepemilikan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak dibidang jasa perbankan dan PT. PRPP Jawa Tengah kepemilikan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak dibidang perdagangan umum.

Pada kesempetan yang sama Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kota Bogor, Edgar Suratman, SE.MM dalam sambutannya mengatakan bahwa walaupun BUMD Kota Bogor memperoleh urutan ketiga tingkat nasional, namun tidak memiliki 3 BUMD seperti di Demak, yaitu Apotik, BKK dan Wirausaha. Pada kesempatan tersebut Edgar juga menanyakan progres serta dampak BUMD terhadap PAD dan Pembangunan di Demak. (media center)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *