
Simbolisasi penanaman oleh kades , babinkamtimas, , babinsa dan Kordes
Sayung-Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang bersama masyarakat Desa Banjarsari melakukan gerakan penanaman 2020 Bibit Pohon Mangrove dengan tema “Hijau Desaku, Sehat Lingkunganku”. Penanaman bibit mangrove ini dilakukan pada hari sabtu (15/2/2020) di Area sekitar tambak di Desa Banjarsari.
Kegiatan penanaman mangrove diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari Mahasiswa KKN MIT IX posko 41, Pemerintah Desa Banjarsari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pelajar, serta warga sekitar.
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Mahasisawa KKN-MIT IX UIN Walisongo Semarang Posko 41 dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan Provinsi Jawa Tengah.

peserta gerakan penanaman 2020 pohon mangrove
Kami melakukan kegiatan ini sebagai bentuk konkret kepedulian kami dengan lingkungan serta sebagai sarana edukasi bagi pelajar, untuk lebih peduli dan mengenal lingkungan sejak dini.
Selain sebagai sarana edukasi bagi pelajar, penanaman pohon Mangrove ini bisa mendatangkan dampak positif dalam 5 sampai 15 tahun mendatang, karena kita bisa memproteksi desa dari perubahan ikim dan bencana lainnya. Bahkan jika pemerintah desa mau mengembangkannya, bisa menjadi tempat wisata hutan mangrove.” kata Lutfi, Kordes KKN MIT IX posko 41.
sementara itu Kepala Desa Banjarsari mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN dari UIN Walisongo Semarang. “Menurut saya, 2020 pohon mangrove merupakan jumlah yang cukup besar.”kata Haryono.
Kepala Desa Banjarsari juga mengajak segenap pelajar dan masyarakat untuk tidak hanya menanam tapi juga harus dirawat juga. Ia juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Baik itu disungai maupun di area pesisir tambak.Karena dengan membuang sampah secara sembarangan dapat merusak ekosistem.
